Setelah selesai menimba ilmu, beliau kembali lagi ke Tuban dan kemudian mendirikan pesantren di tanah kelahiran ibunya tersebut. Saat itu masyarakat Tuban sangat menyukai hiburan, oleh karena itu cara berdakwah sunan Bonang salah satunya adalah dengan membuat alat musik tradisional yaitu gamelan untuk menarik hati masyarakat agar tertarik untuk belajar agama Islam.
Selain menjadikan pesantren di Tuban sebagai basis wilayah dakwah, beliau juga menyebarkan Islam dengan cara berkeliling. Sunan Bonang selain menyebarkan ajaran agama Islam dengan gamelan, beliau juga menggunakan cara dakwah dengan adanya karya sastra yang berupa carangan paweyangan dan suluk serta tembang tamsil.
Sunan Bonang berdakwah dengan menggunakan kesenian alat musik tradisional adalah untuk menarik hati dan simpatik masyarakat. Menurut beliau cara berdakwah dengan alat musik tradisional merupakan cara yang tepat, sehingga beliau juga mempelajari kesenian Jawa salah satunya adalah Bonang (alat musik yang di pukul menimbulkan suara merdu).
Setiap kali sunan Bonang membunyikan alat musik tersebut banyak masyarakat berdatangan untuk mendengar dan menyaksikan, setelah masyarakat tertarik hati dan simpati kemudian beliau menyisipkan ajaran agama Islam kepada masyarakat.
Dengan keahlian seni dan sastranya, sunan Bonang mengajarkan dan menyebar luaskan ajaran Islam dengan lantunan tembang-tembang yang mengandung nilai-nilai ke Islaman, sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari ajaran Islam dengan senang hati dan tanpa paksaan. Salah satu tembang dari sunan Bonang yang fenomenal adalah tembang'.
Wawlohu alam bisawab semoga bermanfaat...
Remember to subscribe:
Dapatkan buletin harian kami | Berlangganan gratis SUSCRIBIRSE
0 comments:
New comments are not allowed.